Heavy Fuel Oil (HFO) yg telah digunakan untuk bahan bakar kapal motor sejak 6 dasawarsa yang lalu masih memiliki permasalahan yg belum terselesaikan, yaitu mengenai polusi yang ditimbulkan mengingat sisa pembakarannya lebih berat dibanding fuel oil pada umumnya.
"Auricula", kapal tanker Shell 12.290 DWT tahun 1946 merupakan kapal motor diesel yang pertama kali memakai bahan bakar HFO. HFO banyak diminati para owner kapal karena harganya murah disebabkan HFO merupakan minyak hasil sisa- sisa destilasi yg mudah ditemukan dimana saja. HFO memiliki nilai viskositas (kekentalan yg tinggi) yaitu sekitar 1500 s Redwood- 3500 s Redwood. Hal ini yg membuat HFO sangat rentan korosif. Yang menjadi permasalahan adalah apakah solusi ini yg terbaik? sebuah pilihan antara penghematan biaya BBM dengan dampak lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
beri komentar